Investasi Aman di Tengah Serangan Covid-19, Apa Saja?

Saat ini Perekonomian global melemah karena dampak Corona (covid-19) yang telah mewabah ke seluruh dunia. Ketidakpastian kondisi ekonomi global, banyak para investor lebih mencari investasi yang lebih aman.

Menurut ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan emas merupakan salah satu pilihan aman di tengah kondisi seperti ini. Dia menjabarkan harga emas telah naik tinggi hari ke hari.

“Emas ini, 38,7% kenaikannya selama tiga tahun ini aja secara global. Dalam tiga bulan terakhir, 13,6% cuannya,” kata Bhima ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Namun dia mengingatkan, meski berjaga-jaga, jangan semua harta diinvestasikan ke emas. Masalahnya, emas pun masih punya selisih harga beli dan jual.

“Tapi saya ingatkan, kalau mau investasi emas jangan semuanya dimasukkan, sebagian saja. Ingat juga dia harga beli dan jualnya itu ada selisihnya,” terang Bhima.

Bhima juga menjelaskan jangan terlalu gegabah melepas saham di kondisi seperti saat ini. Pasalnya, masih ada kemungkinan keadaan pasar keuangan kembali membaik dalam waktu dekat.

“Tapi kita bisa lihat lagi datanya, kita akan menemukan bahwa seberapa cepat recovery itu. SARS aja 3 bulan, terus gaspol lagi. China hanya beberapa hari dia comeback. Jadi jangan asal ikut-ikutan jual,” kata Bhima.

Kemudian, membeli valuta asing juga menjadi salah satu pilihan investasi di tengah ketidakpastian ekonomi. Bhima menjelaskan, beda dengan krisis ekonomi di 2009 ataupun 1998, kini kebanyakan orang justru memilih membeli Yen Jepang dibanding Dolar AS.

“Kalau valas mau main ke mana? Kalau valas saya cek dolar index atau dolar terhadap basket currency lainnya ternyata yang safe Haven bukan dolar, beda 2009 beda sama 1998. Sekarang orang memborongnya Yen Jepang,” kata Bhima.

Bukan tanpa alasan, menurutnya pergerakan mata uang Jepang memang sedang menguat. Selama tiga bulan terakhir Yen Jepang mengalami apresiasi terhadap nilai Dolar AS hingga 2,8%.

“Saham Jepang turun justru yen lagi safe haven ini keunikannya. Karena yen terhadap US dolar alami apresiasi 2,8% selama 3 bulan terakhir,” ungkap Bhima.

Share: