PR Pemerintah Dorong Industri Digital

Salah satu unicorn Indonesia, Bukalapak melakukan efisiensi dengan pemangkasan jumlah karyawan. Perampingan ini dilakukan agar perusahaan bisa mendapatkan keuntungan.

Lalu bagaimana seharusnya pemerintah memperhatikan sektor industri digital ini?

Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengungkapkan untuk membantu industri digital agar tetap berkembang dan bertahan pemerintah harus memperkuat digital talent.

“Indonesia seperti negara lainnya yang mengalami shortage digital talent dalam jumlah besar. Maka perlu cara baru dalam pendidikannya seperti sekolah vokasi digital,” kata Rhenald saat dihubungi detikcom.

Dia menjelaskan dalam bisnis digital istilah patah hilang tumbuh berganti akan terus ada. Namun sepanjang infrastruktur terus diperkuat, pemerintah tak perlu khawatir karena akan ada terus bisnis-bisnis online baru yang kompetitif dengan bisa menjadi unicorn.

Kemudian juga harus ada upaya untuk mendorong usaha digital menjadi pemain global. Seperti GoJek contohnya.

“Pemerintah juga harus mendatangkan investor seperti venture capital dan angel investor agar pembiayaan dan mentorship terus tumbuh,” jelas dia.

Terakhir, harus diwaspadai masuknya startup asing yang menyerang pasar Indonesia tanpa membangun superpartisipan dan ekosistem di sini.

Rhenald menambahkan, Bukalapak merupakan unicorn yang didanai investor lokal yakni Emtek Grup. Di tangan Emtek, Bukalapak justru sedang mengalami peningkatan kinerja keuangan yang signifikan. Memang, ada hal-hal yang perlu dilakukan mengingat startup yang dikelola oleh anak muda dan pelaku usaha baru yang kurang pengalaman memang sangat agresif dalam mendapatkan order atau sales.

“Sedangkan cost nya sering kali terabaikan sehingga bisa kurang efisien. Untuk meningkatkan efisiensi, memang sangat diperlukan mentor dan investor yang concern, apalagi cukup banyak perusahaan startup yang di awal kurang memperhatikan efisiensi itu,” jelas dia.

Menurut dia inisiatif peningkatan efisiensi yang dilakukan Bukalapak tak boleh membatasi ruang inovasinya. Apalagi Bukalapak masih punya jejak sebagai pelopor dalam terobosan inovatif yang ada saat ini. Contohnya, Bukalapak merupakan market leader dalam pengembangan Mitra Bukalapak dan BukaMart di mana jaringan Bukalapak saat ini sudah hampir mencakup 1 juta warung di seluruh Indonesia. Angka ini merupakan jumlah yang signifikan.

Terakhir, Rhenald menambahkan yang harus diperhatikan pemerintah saat ini Bukalapak merupakan satu-satunya unicorn Indonesia yang kepemilikan mayoritas sahamnya masih dimiliki oleh individu dan perusahaan Indonesia.

“Inilah yang perlu kita cermati antara flow of investment yang dibutuhkan untuk memperkuat ekonomi dengan level of competition untuk mengedepankan perputaran uang di kalangan pengusaha domestik,” imbuh dia.

Untuk diketahui, Bukalapak merupakan salah satu cucu perusahaan yang dimiliki EMTK melalui anak usahanya, PT Kreatif Media Karya (KMK). KMK merupakan pemegang saham utama Bukalapak dengan porsi kepemilikan saham sebesar 35,17%. EMTK sendiri memegang hampir seluruh porsi kepemilikan saham KMK atau sebesar 99,99%.

Emtek diketahui masuk ke Bukalapak melalui pendanaan seri B. Pemilik stasiun televisi SCTV ini masuk Bukalapak sebagai Lead Investor lewat KMK Online pada Februari 2015 yang juga bersamaan dengan 500 startup.

Bukalapak merupakan perusahaan e-commerce yang menyandang status unicorn. Hari ini tersiar kabar di beberapa media yang menyebutkan startup ini melakukan PHK sebagai salah satu langkah restrukturisasi.

sumber: detik.com

Share: