Tips Branding agar Bisnis Semakin Terkenal

Bayangkan segelas es susu yang disajikan dalam sebuah cup yang biasa saja. Tidak ada logo, tidak ada design, ataupun tulisan di gelasnya tersebut dihargai Rp 5 ribu.

Lalu bayangkan lagi ada segelas es susu yang sama, namun disajikan di sebuah gelas yang dilengkapi dengan logo, nama, tagline, dan design menarik. Es susu tersebut dapat dijual dengan harga Rp 15.000 hingga Rp 20.000.

Mengapa bisa ada perbedaan harga jual yang cukup jauh, padahal sama-sama menjual es susu?

Jawabannya adalah branding, yaitu strategi untuk membangun dan membesarkan identitas sebuah merek dengan cakupan yang luas sehingga dapat memberikan kesan tertentu dan meninggalkan jejak di benak konsumen.

Di era digital ini, branding menjadi sangat penting dan banyak digunakan oleh pebisnis agar konsumen dapat selalu mengingat produk yang kita tawarkan. Berikut tips penting ketika membangun branding suatu bisnis menurut Koperasi Digital .

Mempersiapkan Produk

Sebelum berjualan, kenali terlebih duhulu produk/brand seperti apa yang kita miliki agar dikenal oleh masyarakat luas. Mulai dari nama,  makna dan filosofi logo, tagline, design, hingga pesan, dan nilai-nilai yang ingin disampaikan kepada konsumen. Setelah semua aspek tersebut sudah dikonsep dan direncanakan dengan matang, sesuaikan pula dengan target pasar yan kita inginkan. Contoh, target pasar bisnis kita adalah remaja dengan rentang umur 15-30 tahun. Maka buatlah konsep brand tersebut dengan  semilenial mungkin serta menunjukkan spirit dari anak muda.

Selalu Membuat Inovasi

Konsumen cenderung menyukai sesuatu yang baru dan unik, maka hal itulah yang harus kita perhatikan. Teruslah membuat inovasi pada produk-produk yang diluncurkan dan berbeda dari pesaing. Perlu diketahui, inovasi tidak hanya terkait dengan produk. Kita juga bisa melakukan inovasi pada saat promosi yakni melalui iklan. Buatlah campaign atau iklan produk secara menarik dan kreatif. Lakukan inovasi tersebut dengan riset yang matang serta berikan pemasaran yang kreatif agar brand kita dapat melekat di hati konsumen.

Menjalin Komunikasi dengan Pelanggan

Branding sendiri pada dasarnya adalah suatu proses untuk berkomunikasi dengan pelanggan melalui berbagai media sosial dan aspek. Lakukan interaksi dengan konsumen agar terjalin suatu hubungan yang lebih erat. Kita bisa memanfaatkan fitur-fitur yang ada di media sosial, contohnya Instagram kita bisa gunakan untuk menjalin komunikasi dengan konsumen.  Gunakan fitur polling terkait produk yang ingin kita luncurkan ke depannya, atau Q&A agar bisa mengetahui apa yang diinginkan konsumen. Selain itu, pastikan kita aktif di media sosial untuk memperkenalkan produk dengan rajin memposting, serta membalas pesan atau komentar dari konsumen.

Sebuah brand yang mampu menjalin hubungan baik dengan konsumen niscaya akan lebih dipercaya dengan konsumen sehingga mereka tak ragu untuk loyal kepada produk kita.

Evaluasi dan Konsisten

Setelah menjalankan berbagai strategi, lakukanlah evaluasi. Apakah ada kekurangan dari sisi design ataupun logo, atau barangkali ada tagline yang menarik dan disukai konsumen. Evaluasi penting untuk mengetahui langkah selanjutnya yang harus diambil.

Menjadi konsisten juga hal yang harus dilakukan bagi setiap pebisnis. Apabila dari awal memang menyuguhkan suatu produk dengan konsep minimalis dan elegan, maka pertahankanlah hal tersebut. Apabila kita tidak konsisten, secara tidak langsung hal tersebut akan meruntuhkan kepercayaan yang telah kita bangun terhadap konsumen meskipun tetap konsisten tentu bukanlah hal yang mudah.

Proses branding sendiri pun bukanlah sesuatu yang instan, perlu perjalanan yang cukup panjang dan memerlukan proses jangka panjang. Namun, ketika brand kita telah menjadi prioritas di kalangan konsumen, tentu disaat itulah kita sebagai pebisnis akan merasa puas dan bangga.

Share: